Januari Kelabu

Bisakah engkau percaya pada rasa? Bila nyatanya rasa itu malah memberi kesakitan?
Bisakah engkau percaya pada takdir? Bila nyatanya engkau selalu mengingkari takdir? Hidup dengan caramu, menghindari takdir-takdir yang selalu mengejarmu?

Selalu dari sini, dari ujung tempatmu berdiri. Aku hidup dalam duniaku. Merangkai takdir yang ingin terjadi, agar ada rasa lega dalam diri. Tapi ternyata Tuhan ingin aku bijak. Apapun yang sudah digariskan olehnya, itu lebih baik daripada apa yang aku goreskan.

Rintik hujan di Januari masih sama, masih memberi aroma rindu kepadamu. Membelai rongga hidung untuk terhanyut nostalgia. Memberi rasa fatamorgana untuk dicicip hanya sekian detik. Kemudian kembali merenggutnya saat tetesan air jatuh menghujam tanah. Menyisakan rasa yang tidak bisa diungkapkan. Yang aku tahu hanyalah satu; aku tidak sedang baik-baik saja.

Posted from WordPress for Android

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close