Kau yang Tetap di Sana

Di sini aku terus memandangmu. Dari kejauhan berusaha untuk fokus akan mata yang semakin mengabur. Menanti kapan kamu akan keluar dari ruang kelasmu itu. Seperti penguntit, aku tidak memperdulikan apa kata mereka. Bodoh, iya bodoh. Tapi, disetiap aku melihat seberkas senyummu itu, hati ini terasa damai. Layaknya tanah gersang yang perlahan basah oleh titik-titik embun. Damai.

Butuh waktu satu tahun lebih untuk mengetahui siapa namamu, dan rupanya Tuhan sedang menebar senyum. Pagi itu, aku bahkan tidak pernah membayangkan hal ini bisa terjadi. Bisa sedekat ini, walau hanya sebentar, tapi terasa sangat membekas. Ingin melupakannya, tapi rupanya kenangan indah tak semudah itu untuk dilupakan. Membuatku berkhayal, kapan hari itu akan kembali terulang? Ya, ada rindu yang terselip.

Aku tidak murahan. Sungguh. Sudahku katakan sebelumnya, untuk mengetahui namanya pun aku membutuhkan waktu satu tahun lebih. Apa yang salah dari pengharapan ini? Sia-sia? Mungkin.

Satu tahun yang lalu, aku melihatmu dengan angkuhnya melewati kelasku. Terlihat begitu percaya diri.  Berjalan lurus tanpa melihat ke arah jendela kelasku. Kamu tahu apa yang ku inginkan saat itu? Dalam hati aku selalu mengatakan, menengoklah, menengoklah.

Lewat bibir menghitammu, semilir aroma tubuhmu waktu itu, aku semakin ingin memasuki kehidupanmu. Apa yang kamu lakukan dengan temanmu? Tidak, aku tidak akan melarang, meski jujur aku sangat membenci benda itu. Aku juga tidak akan bertanya kenapa. Tapi yang ingin aku katakan, ya aku ingin menanyakan satu hal,
Apa yang kamu rasakan ketika melakukan hal itu? Bisakah aku menggantikan rasa yang benda itu ciptakan?

Posted from WordPress for Android

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s